Selasa, 08 September 2015

LPM UNIMED Bangun Kemitraan Dengan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat

Tim LPM Unimed bersama Direktur Pengembangan Air Minum Kementerian PU dan PR
Tangerang (4/9)Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unimed intens membangun kemitraan dengan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hal ini terlihat ketika dilaksanakan acara Pembahasan Perjanjian Kerjasama antara Dirjen Jendral Cipta Karya (Ditjen cipta Karya) dengan Perguruan Tinggi Mitra dan Training Of traniner (ToT) Dosen Pembimbing lapangan Kuliah Kerja Nyata dengan pola Tematik insfratuktur pemukiman yang dilaksanakan di hotel Arya Duta Lippo Karawaci 3-4 September 2015. 

Hadir pada saat itu kepala Satker Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (P2PIP) Yoyok Setio Utomo, Wakil Rektor P2PM UGM Prof. Dr. Suratman, M.Sc dan Direktur Pengembangan Air Minum Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Erick Victorianto. Acara yang digelar dengan penuh keakraban ini dihadiri oleh 27 kampus yang tersebar merata diseluruh Indonesia.

Kepala Satker Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (P2PIP) Yoyok Setio Utomo mengungkapkan bahwa, ada  3 prioritas nasional dibidang Cipta Karya untuk mewujudkan kawasan pemukiman layak huni, dan berkelanjutan dengan pencapaian 100% layanan akses aman air minum, 0 % rumah tangga dengan hunian yang tidak layak dan 100% Layanan aman Sanitasi atau dikenal dengan gerakan 100-0-100. 

"Dalam upaya penapaian tujuan tersebut maka diperlukan melibatkan pemangku kepentingan diantaranya yaitu perguruan tinggi dengan  wujud nyata kegiatannya yaitu KKN (kuliah kerja nyata) dan kegiatan kampus yang sejenis," imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Pengembangan Air Minum Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Erick Victorianto, mengapa UGM yang awal digandeng dalam kemitraan karena mereka inten dengan program KKN tersebut dan menjadi barometer keberhasilan kegiatan kemahasiswaan yang dikenal hingga kemanca Negara, maka dari itu beliau mengharapkan bahwa dengan banyaknya perguruan tinggi yang ikut berperan aktif dalam kegiatan pembangunan masyarakat dalam hal penanganan pengelolaan air Minum, sanitasi lingkungan, penataan lingkungan dan pengembangan kawasan pemukiman ini akan menjadi gerakan yang massif yang melibatkan semua unsur sehingga kemakmuran dan kehidupan dapat teraplikasi bagi seluruh elemen bangsa, imbuhnya.

Beliau juga mengharapkan kepada Unimed yang sedari awal telah menjalin kerjasama untuk di kawasan sumatera, agar kiranya mahasiswa yang yang berlatar belakang pendidikan dan non kependidikan agar ikut berpartisipasi aktif untuk mengaplikasikan ilmunya, karena program sanitasi dan kebersihan lingkungan sangat sesuai dengan mahasiswa pendidikan yang mampu melakukan sosialisasi disekolah, baik dengan guru, orang tua dan siswanya langsung. "Bagi mahasiswa yang PKL dapat langsung memberikan kegiatan nyata dengan pola pengelolaan air minum dan pemukiman," harapnya.

Menanggapi hal tersebut sekertaris LPM Unimed Mukti Hamjah, M.Si yang didampingi oleh Alkhafi Maas siregar, M.Si dan staf ahli LPM Irfandi M.Si, beliau mengungkapkan menyambut baik kejasama yang telah disepakati oleh LPM unimed dan Kementrian PU dan perumahan Rakyat.“Kerjasama ini akan terus kita kembangkan, tidak hanya kemitraan pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata dengan pola Tematik insfratuktur pemukiman. Akan tetapi dengan kegiatan  lainnya yang cukup relevan dengan dengan kondisi mahasiswa di Universitas Negeri Medan. Sehingga kampus benar-benar mampu memberikan bukti nyata kepada masyarakat. Dalam hal itu kita dapat memerankan mahasiswa Kependidikan dan Non kependidikan secara komprehensif baik dalam bidang sosialisasi tentang sanitasi dan lingkungan bersih serta pemetaan tentang air bersih pada suatu daerah," terangnya.

Hal ini selaras dengan peran serta fungsi Unimed dibawah kepemimpinan rektor Unimed Prof.Dr. Syawal gultom, M.Pd yaitu unimed sebagai pemberi solusi dari berbagai permasalahan  (Unimed to be Solution), tandasnya. Jadi dengan kata lain unimed siap bekerjasama dalam hal peberdayaan mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan yang ada  dimasyarakat,  Karena selama ini kita juga melakukan program KKN Tematik yang bekerjasama dengan BKKBN dan dengan  instansi yang lainya dalam hal pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa.

Hal tersebut diperkuat oleh Alkahfi Maas Siregar yang juga menjadi ketua jurusan Fisika Universitas Negeri Medan, ia mengungkapkan bahwa program Penataan pemukiman  dan pola pengelolaan sumber air bersih selaras dengan kegiatan mahasiswa di KDBK yang ada di Prodi Fisika  baik KDBK Fisika Bumi, KDBK  Fisika Material dan komunitas-komunitas Mahasiswa lainya yang intens melakukan pemeliharaan lingkungan dan sosialisasi kemasyarakat, ungkapnya. 

Dan ditambah adanya program ini dia berharap mahasiswa fisika mampu mengimplementasikan teori-terori yang didapatnya kepada masyarakat yang lebih luas baik dalam hal pendidikan yaitu sosialisasi sanitasi dan lingkungan bersih kepada murid, guru dan masyarakat. "Selain itu  juga melakukan pengorganisasian dalam hal pengadaan dan pemeliharaan sumber air minum didaerah yang kekurangan air bersih," harapnya.

Selasa, 01 September 2015

SOAL LATIHAN FISIKA UMUM 1 ( PART 1)



  1. Tugas ini dikumpul dalam bentuk hard Copy menggunakan kertas Double Polio paling lambat hari Senin, 7 September 2015 jam 09.45 Wib.
  2. Untuk  lebih Jelasnya Soal latihan dapat di Download disini...!!!

BKKBN Sumut Gandeng LPM UNIMED dalam Survey RPJMN Provinsi Sumatera Utara

Medan (19/08) - Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan LPM Unimed, lembaga Penelitian dan Kampus di Sumatera Utara melakukan survey indikator Rencana Pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Sumatera Utara tahun 2015. Kegiatan ini merupakan kegiatan Nasional sesuai dengan arah kebijakan pemerintahan Kabinet kerja dalam rangka mensukseskan visi misi pembangunan Nasional 2015 – 2019, hal ini diungkapkan oleh Sekertaris BKKBN Sumut Dra. Rabiatun Adawiyah, M.PPH, beliau mengungkapkan bahwa: “Visi Misi pembangunan Nasional didukung 9 Agenda Prioritas Presiden Ir. Joko Widodo yang dikenal dengan Nawa Cita, dalam hal ini BKKBN ikut berperan aktif dalam mensukseskan agenda perioritas yang ke 5 yaitu, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, maka dari itu tujuan survey ini adalah memperoleh informasi indikator kinerja pelaksanaan program kependudukan dan KB, serta memperoleh gambaran tentang : Kependudukan, Ketahanan dan pemberdayaan keluarga, kesehatan reproduksi remaja, KB dan keterpaparan media”, tegas beliau.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kabid Litbang BKKBN Perwakilan Sumatera Utara A. Sofyan Rangkuti yang didampingi oleh Iqbal Puja Parlindungan, Nasrul Fuad, Eko Antonius sembiring, S.Sos dan Peneliti BKKBN Ancha sitorus, S.Pd bahwa, dengan adanya survey RPJM ini merupakan evaluasi pelaksanaan Program kependudukan dan keluarga berencana dan selain itu juga hasil dari survey nantinya akan menjadi sebuah road map dalam hal program kependudukan dan KB yang akan datang. Selain itu beliau menambahkan Survey ini dilaksanakan di 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara melibatkan 71 mahasiswa dan LSM pemuda dibidang penelitian yang bertugas sebagai enumerator atau surveyor yang langsung turun kemasyarakat untuk melakukan pendataan secara dor to dor dengan menggunakan metode random sampling yang telah diatur oleh BPS untuk sampel blok sensus. 
Selain melibatkan mahasiswa sebagai enumerator program ini juga melibatkan 16 orang dosen pendamping yang bertugas sebagai supervisor yang membawahi mahasiswa langsung dilapangan dan dibantu serta diawasi oleh Petugas dari BKKBN Perwakilan sumatera utara, dan Petugas di Badan PP dan KB Kabupaten serta para PPLKB di desa-desa sehingga semua lini ikut ambil bagian dalam mengsukseskan agenda Pembangunan Nasional ini. Dalam hal ini BKKBN menggandeng LPM Unimed sebagai mitra dengan melibatkan hampir 30 % enumerator adalah mahasiswa dan alumni Unimed, hal ini bukan karena faktor kesengajaan karena hampir semua perguruan tinggi dilibatkan dalam kegiatan ini.
Selain itu proses seleksi yang cukup ketat tidak hanya enumerator, tetapi surveyor yang nota bene merupakan dosen juga kita seleksi dan wajib ikut ujian sehingga yang didapat adalah para peserta yang benar-benar punya kemampuan awal yang cukup mumpuni dalam hal Kependudukan, KB dan kemasyarakatan jadi tidak ada unsur nepotisme disini, tandasnya.Hal ini diamini oleh Iqbal Puja Parlindungan, bahwa selain melewati seleksi yang ketat dan menggunakan Passing Grade para peserta juga wajib mengikuti Technical Assistence (TA) selama 1 minggu yang dimulai dari tanggal 10 sampai dengan tanggal 15 agustus, jadi ketika mahasiswa turun kelapangan mereka sudah menguasai tentang metodologi, lokasi dan pola komunikasi dan survey kepada masyarakat dilapangan, tambahnya.
Menanggapi hal tersebut Dr. Ridwan Sani, M.Si ketua LPM Unimed yang diwakili oleh Irfandi, M.Si mengungkapkan terimakasih kepada BKKBN Perwakilan Sumatera Utara yang memberikan kepercayaan kepada LPM Unimed untuk ikut berpartisipasi dalam survey indicator Rencana Pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Sumatera Utara tahun 2015, untuk menyahuti informasi tentang program survey tersebut memang LPM Unimed langsung membentuk tim dengan memanggil mahasiswa yang sudah sering dilibatkan dalam program pengabdian dan pendampingan bersama dosen, apalagi dalam kurun waktu 2 tahun ini Unimed intens bekerjasama dengan BKKBN sehingga mahasiswa mampu menjawab soal-soal ujian seleksi surveyor kemarin, imbuhnya. 
Karena tidak hanya kali ini saja Unimed bekerjasama dengan BKKBN Sumatera akan tetapi masih banyak kegiatan yang lain seperti Pembinaan UPPKS disumatera utara, KKN tematik dan terintegrasi serta dalam hal pembuatan-pembuatan publikasi Ilmiah dalam bentuk buku. Hal ini selaras dengan peran serta fungsi Unimed dibawah kepemimpinan rektor Unimed Prof.Dr. Syawal gultom, M.Pd yaitu unimed sebagai pemberi solusi dari berbagai permasalahan (Unimed to be Solution), tandasnya.
Hal tersebut diamini oleh salah satu enumerator yang juga mahasiswa jurusan Fisika Unimed Sabrina Zahroh Nasution, yang didampingi Daya Ihsan, Herman Birje dan M Sofyan Hasibuan, ia mengungkapkan bahwa: Survey ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi karena dari penelitian ini saya bisa mendeskripsikan permasalahan kependudukan dalam satu daerah yang kami kunjungi. 
Dan hal yang lainya dalam proses penelitian ini semua gerak langkah kita selalu dibimbing, Baik oleh dosen maupun petugas KB dilapangan agar hasil survey yang didapatkan lebih rigid dan akuntable, serta fasilitas enumerator juga dipenuhi dari perlengkapan fisik dilapangan sampai asuransi diri tiap enumerator juga ada, ungkapnya. Dan dia berharap agar penelitian-peneliatian seperti ini dapat berlanjut terus setiap tahunnya dan melibatkan mahasiswa agar menjadi contoh penelitian dasar bagi mahasiswa, harapnya.

Selasa, 11 Agustus 2015

LPM Universitas Negeri Gorontalo study banding Ke LPM Unimed



Medan (11/8) Lembaga pengabdian masyarakat (LPM) Universitas Negeri Gorontalo melakukan kunjungan ke LPM universitas Negeri Medan dalam rangka study Banding dalam hal sharing perkembangan dan skema pembinaan yang dilakukan LPM Unimed kepada masyarakat. Delegasi  LPM Universitas Gorontalo dipimpin oleh Dr. Beby S.D. Banteng, ST selaku Kepala Pusat LPM Universitas Negeri Gorontalo didampingi Syahrul Taufik, S. Pt selaku kasubag Program dan data turut serta juga staf ahli Nariman Badjarat, ST dan Nurfitriani minabari, ST. Dalam diskusi terbuka beliau mengaku kagum dengan torehan prestasi kegiatan LPM Universitas Negeri yang selama ini mereka saksikan hanya dalam dunia maya atau internet, kini semua terjawab sudah lewat dialog terbuka dan penuh kekeluargaan yang terlaksana pada selasa (11/08) diaula LPM Unimed. Memang hal tersebut bukan hanya isapan jempol semata bahwa LPM Universitas Negeri Medan menjadi kampium diluar Universitas pulau Jawa dalam hal perolehan biaya pengabdian Nasional yang digulirkan oleh Dikti, dengan 68 judul pengabdian memempatkan LPM Unimed menguasai pengabdian diluar pulau jawa setelah Universitas Jenderal Sudirman dan Universitas Diponegoro, karena Universitas negeri gorontalo hanya mempunyai 23 judul yang lolos seleksi dari DP2M Direktorat Pendidikan Tinggi, Ujarnya.

Turut menyambut dari LPM Unimed yang langsung di Pimpin oleh Ketua LPM Unimed Dr. Ridwan Sani didampingi oleh sekertaris Mukti Hamjah, M.Si dan koordinator serta staf ahli yaitu: Amrizal, M.Pd, Dedi Husrizal ,M.Si, Sulaiman Lubis, MM, Irfandi, M.Si, dan Faridah Hanim, M.Hum. ketua LPM Unimed Mengungkapkan Selamat datang dan terimakasih kepada LPM Universitas Gorontalo yang telah hadir di Kampus Hijau Universitas Negeri Medan, kegiatan yang telah ditorehkan oleh LPM  Unimed tidak hanya sekedar Prestasi IbM saja, akan tetapi banyak kegiatan yang dibuat LPM Unimed diluar program kerja yang standar, diantaranya Pilot Projek Desa Binaan dan ekowisata yang sedang dijalankan Dengan Pertamina Divre Sumatera, dan pemberdayaan hasil tanaman mangrove dan pusat penelitian Magrove dengan Kecamatan Pantai labu, Penanaman mangrove pantai labu dengan Operation Head PT Pertamina Avture Bandara Kuala namu, Pembinaan Guru di Tebing Tinggi kerjasama dengan Pemko Tebing tinggi serta Kegiatan pembinaan UPPKS/UKM yang bekerjasama dengan BKKBN yang tersebar di 7 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekertaris LPM Unimed, Mukti Hamjah, yang mengatakan bahwa banyak program-program kreatif yang dilaksanakan LPM Unimed yang dilakukan dengan pihak ketiga seperti perusahaan,  BUMN dan lembaga  Pemerintahan, selain itu juga LPM Unimed juga langsung turun kebawah untuk membina guru-guru dalam hal terkait dengan karya tulis Ilmiah guru atau dikenal dengan PTK untuk pengembangan profesi guru dalam hal penelitian. Dan hingga hari ini LPM Unimed juga masih menjalankan program pemberantasan buta aksara dilapas Tanjung Kusta yang hingga saat ini masih MoU dengan Kepala Lapas. Dan hingga sekarang ini banyak kepala daerah, Dinas, Perusahaan, serta lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta  yang sedang mempersiapkan draf kerjasama dengan LPM Unimed.

Menanggapi hal tersebut Syahrul Taufik, S.Pt selaku Kepala Sub Bagian Program dan data LPM Universitas Negeri Gorontalo mengungkapkan bahwa sudah layaklah Unimed sebagai tuan rumah pada diskusi-diskusi Nasional kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai program kreatif yang dilaksanakan, selain itu juga beliau mengharapkan kunjungan ini terus berlanjut dengan kerjasama yang mengikat seperti MoU untuk saling berkontribusi dalam hal pengelolaan Jurnal Pengabdian masyarakat, Imbuhnya. Agar setiap kegiatan dapat dipublikasikan secara ilmiah dan akuntabilitasnya dapat lebih kuat, karena dengan adanya penulis dan reviewer lintas kampus dan daerah menambah prestise jurnal hingga dapat menjadi jurnal yang terakreditasi,  pungkas beliau. Acara tersebut diakhiri dengan saling penyerahan pelakat dan buku yang diterbitkan oleh masing-masing kampus yang diserahkan langsung kepala LPM Unimed dan Dr. Beby S.D. Banteng, ST selaku Kepala Pusat LPM Universitas Negeri Gorontalo. Hal tersebut diamini oleh Dr. Beby S.D. Banteng, MT mengatakan ada 2 hal penting akan dikerjasamakan dengan LPM Unimed yaitu pertama, memaksimalkan Jurnal LPM Unimed dengan cara melakukan pertukaran tulisan dan revier sehingga dapat diwujudkan jurnal yang terkakreditas secara nasional. Kedua, melaksanakan pertukaran mahasiswa baik dibidang budaya, penelitian dan KKN Tematik. Semua ini akan direncanakan direalisasikan dalam bentuk MoU, pungkasnya.

Jumat, 07 Agustus 2015

MASYARAKAT LANGKAT DUKUNG PROGRAM LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT (LPM) UNIMED

Stabat (7/8) Masyarakat Kabupaten Langkat yang tergabung dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), mengucapkan rasa terima kasih dan mendukung program yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unimed, hal ini terungkap disela-sela kegiatan pemberian bantuan alat Teknologi tepat Guna (TTG) yang diberikan LPM Unimed kepada kelompok UPPKS dikabupaten Langkat. Acara yang dilaksanakan diaula Badan KB dan PP Kabupaten Langkat dihadiri oleh Ketua LPM Unimed Dr. Ridwan Sani, M.Si, Koordinator Konsultasi bisnis dan Pengembangan UKM LPM Universitas Negeri Medan Amrizal, M.Pd, Koordinator Teknologi tepat guna Izwar Lubis, MT, Sekertaris badan KB dan PP kabupaten Langkat Aji Juliansyah, SE, dan kabid Informasi dan Pembinaan Institusi Herwandi, SE.
Dr. Riwan sani menjelaskan dalam pembukaan acara seremonial bahwa :” kegiatan yang dilaksanakan dikabupaten langkat ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dirintis LPM unimed dari 2 tahun yang lalu, yang melewati berbagai proses pola pembinaan yang dimulai dengan Maping Area dengan melihat secara langsung dan memetakan kondisi real dan permasalahan permasalahan mendasar dari kelompok ekonomi kecil dikabupaten langkat dan disini tim lapangan LPM Unimed sampai bermalam-malam dan lokasi UPPKS yang cukup jauh dari ibu kota Kabupaten, selanjutnya tim juga melakukan eksplorasi permasalahan dengan Focus discusi Group (FGD) untuk melihat sejauh mana permasalahan dan tingkat pemecahan permasalahan yang dapat dilakukan oleh LPM Unimed, dan setelah memetakan serta mengeksplorasi permasalahan secara rigid dilanjutkan dengan pembinaan dan pendampingan secara umum yang telah klasifikasikan menurut permasalahan yang meliputi : desain kemasan, manajemen pemasaran, pemasaran secara online, Administrasi dan manajemen pembukuan Usaha, kuliner, kerajinan dan penerapan teknologi tepat guna, yang kesemua kegiatan tersebut dilaksanakan diaula kantor Badan KB dan PP Kabupaten Langkat, setelah melakukan pendampingan secara general dengan berbagai pokok permasalahan, tim LPM Unimed selanjutnya melakukan pendampingan langsung kelokasi tempat usaha kelompok UPPKS, dengan turun kelapangan langsung pola pembinaan dan pendampingan dapat langsung diterima masyarakat dan permasalahan yang dihadapi kelompok langsung dapat ditangani dan diberikan solusi. Hingga pada akhirnya rangkaian acara meliputi puncaknya yaitu LPM Unimed memberikan bantuan alat yang dibutuhkan oleh kelompok UPPKS untuk menunjang pengembangan dari usaha yang digeluti oleh kelompok. Jadi LPM unimed tidak serta merta memberikan bantuan berupa fisik alat TTG akan tetapi melalui proses yang memandang dari segala lini serta aspek dan disiapkan oleh LPM Unimed sehingga diharapkan kelompok UPPKS dapat menjadi penopang perekonomian keluarga serta targetnya besarnya dapat sukses menyambut MEA yang akan dilaksanakan 2015, ujarnya. Serta beliau menambahkan bahwa data-data yang didapat dari UPPKS akan menjadi bahan acuan untuk melakukan pembinaan dan bantuan alat yang diberikan, maka semangkin lengkap data dari kelompok, akan semangkin mudah untuk mengajukan bantuan kepusat, ujarnya. Hal ini sesuai dengan program rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd untuk setiap kegiatan harus berbasis data dalam upaya suksesi pembangunan Nasional, jelasnya.
Seolah gayung bersambut, Kepala BKKBN Kabupaten langkat yang diwakili oleh kabid Informasi dan Pembinaan Institusi KB dan PP Herwandi, SE, mengucapkan rasa terimakasih kepada LPM Unimed yang telah melakukan langkah nyata kepada masyarakat pelaku ekonomi kecil yang berada didaerah langkat, karna program yang dilakukan sangat menyentuh masyarakat khususnya Kelompok UPPKS yang selama ini dibina oleh BKKBN untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dengan ditopang perekonomian yang mumpuni. Selain itu melihat antusias dan program yang relevan dan dibutuhkan masyarakat kelompok UPPKS beliau mengharapkan agar kerjasama dengan LPM  Unimed harus berlanjut untuk priode berikutnya, hingga pelaku usaha mikro yang dibina oleh BKKBN dan unimed dapat benar-benar mampu bersaing diera persaingan global, imbuhnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua UPPKS karya Zairina yang didampingi oleh PLKB Stabat Gembira Sembiring , mereka mengungkapkan bahwa kegiatan LPM Unimed sangat tepat dengan kondisi usaha yang dijalani saat  ini tidak hanya sebatas fisik bantuan yang diberikan akan tetapi proses-proses manajemen usaha modern pun dapat diterima oleh UPPKS. Dan kami kelompok UPPKS di langkat mendukung penuh setiap kegiatan LPM unimed yang telah dirasakan dampaknya, tegas Zairina. Dan kami mengharapkan agar program pembinaan ini terus berlanjut hingga kami mapan dan mampu bersaing secara umum dengan pasar yang ada sekarang ini, harapnya.
Menanggapi hal tersebut Koordinator wilayah langkat untuk program pembinaan UPPKS, Dedy Husrizalsyah, M.Si, didampingi staf ahli Irfandi, M.Si, Faridah Hanim, M.Hum  dan Ahmad fikri, M.Si, mengungkapkan bahwa pendampingan dan pemberian alat tersebut memang melalui proses input data yang benar-benar selektif dan diskusi yang cukup panjang sehingga kita berasumsi bahwa alat yang diberikan sesuai dengan kebutuhan yang mendasar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dari usaha kecil tersebut, tandasnya. Dan beliau menambahkan kelompok-kelompok yang mendapatkan bantuan alat teknologi tepat guna (TTG) antara lain: UPPKS mentari yang terletak di kecamatan Stabat yang usahanya bergerak dibidang kuniner dan pembuatan Keripik serta makanan ringan yang mendapatkan bantuan  teknologi tepat guna (TTG) Ampia besar dan alat kemasan sealer, selanjutnya UPPKS Berkah stabat yang bergerak dibidang usaha makanan dan minuman sehat susu kedelai dengan varian rasa dan kuliner-kuliner yang diminati masyarakat yang mendapatkan bantuan alat TTG Oven gas dengan kapasitas besar, kelompok UPPKS yang ke 3 yaitu kelompok mawar dengan ketua kelompok Zairina mendapatkan bantuan alat TTG Ampia Kapasitas besar, wajan dan alat penggorengan, kelompok ke 4 yaitu UPPKS Mawar di Kecamatan Hinai dengan ketua Desi mendapatkan bantuan alat TTG sealer, wajan besar dan alat penggorengan, selanjutnya kelompok 5 yang mendapatkan bantuan adalah UPPKS Ria Serasi yang mendapat kan bantuan alat TTG sealer, wajan besar dan alat penggorengan, dan yang terakhir kelompok UPPKS Ayu Jaya yang dikomandoi oleh Misyani mendapatkan mendapatkan bantuan alat TTG sealer, wajan besar dan alat penggorengan, itulah kelompok-kelompok yang dianggap mumpuni dan mampu menjadi icon produk khas Kabupaten Langkat, ungkapnya.

Kamis, 30 Juli 2015

BUPATI SERGAI : “Kerjasama dengan LPM unimed Harus dilanjutkan..!”

Sei rampah (29/7) Bupati Sergai menegaskan bahwa, “kerjasama dengan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan harus terus dilanjutkan”, hal ini diungkapkan Bupati Serdang Bedagai, Ir. Sukirman disela-sela acara :” Pencanangan Bakti Sosial TNI & KB dan Temu Ramah Keluarga dalam Rangka Harganas XXII di kabupaten Serdang Bedagai”, disertai  penyerahan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) oleh LPM Universitas Negeri Medan. Turut hadir dalam acara tersebut Komandan Kodim 0104 Deli Serdang, yang diwakili oleh, Mayor Infanteri Thamrin Hasibuan, Ketua penggerak PKK Kabupaten Serdang Bedagai Ibu Hj. Dahlia, Ketua BKKBN Propinsi Sumatera Utara yang diwakili Sekertaris Ibu Drs. Rabiatun, M.Pd, Kapolres, dan wakil  Ketua DPRD Serdang bedagai dan turut serta juga Sekertaris LPM Universitas  Negeri Medan Bapak Mukti Hamjah, M.Si. Ungkapan Bupati Sergai tidak berlebihan tampaknya kerena selama hampir 2 tahun LPM Universitas Negeri Medan bekerjasama dengan pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai melalui banyak hal diantaranya Pembinaan UPPKS yang hari ini menjadi puncaknya setelah 4 bulan melakukan pembinaan.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh ketua PKK Kabupaten Serdang Bedagai ibu Hj. Dahlia yang mengapresiasi atas kerjasama LPM Unimed yang Peduli dengan kelompok UPPKS (usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera ) atau sering juga disebut  usaha rumahan yang berada di Kabupaten Sergai, tindakan LPM UNIMED dalam hal pembinaan usaha kecil di Kabupaten Sergai bukan isapan jempol semata karena selama lebih dari 2 tahun LPM unimed berkiprah membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha rumahan yang secara real membangkitkan perekonomian Negara. Karena perekonomian Negara harus mulai digerakan pada sendi-sendi perkekonomian dari rumah tangga apabila dalam keluarga memiliki perekonomian yang baik maka secara tidak langsung perekonomian nasional akan tergerak. Ungkap beliau.
Hal senada juga diungkapkan oleh BKKBN Propinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh sekertaris ibu Dra. Rabiatun , M.Pd, beliau mengungkapkan terima kasih kepada Lembaga Pengabdian Masyarakat Unimed yang secara intens membantu program BKKBN dengan melakukan pendampingan terhadap UPPKS, beliau mengharapkan kegiatan dapat berjalan dengan MoU kerjasama yang telah ditandatangani antara Unimed dan BKKBN Propinsi Sumatera Utara. Beliau juga mengharapkan kerjasama ini bisa lebih diperluas tidak hanya pada pendampingan UPPKS akan tetapi juga pada segmentasi yang lainnya sehingga harmonisasi yang terjalin selama ini dapat lebih luas cakupannya.
Menanggapi hal tersebut ketua LPM Unimed Dr. Ridwan Sani, M.Si yang diwakili sekertaris Bapak Mukti Hamjah, M.Si mengungkapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas antusiasme dari masyarakat, pelaku usaha kecil, SKPD dan pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai serta pihak BKKBN. “Karena mendapat sambutan dan dukungan yang begitu antusias memberikan spirit tersendiri bagi LPM untuk terus berinovasi dan berkreasi dalam hal pendampingan dan pencerdasan masyrakat dalam kerangka meningkatkan taraf hidupnya, karena basis dari segala sesuatu di republik ini adalah dari keluarga”, ungkap Mukti. Sekertaris LPM Unimed menegaskan bahwa : “kerjasama dengan pemerintahan Seragai acap kali dilakukan dan tidak hanya terbatas pada program pembinaan UPPKS atau UKM saja, akan tetapi seperti ditahun 2015 ini program Iptek bagi Wilayah (IbW) yang didanai oleh DP2M Dikti dikonsentrasikan di Kabupaten Serdang Bedagai, Program Multy Years selama 3 tahun yang dilaksanakan dikabupaten Serdang Bedagai meliputi pembinanan dan pendampingan terhadap masyrakat nelayan dan petani. Inilah bukti kesungguhan LPM Unimed mengabdi kepada masyarakat”, imbuhnya.
Selanjutnya ditambahkan Amrizal, M.Pd, Koordinator Program Konsultasi bisnis dan Pengembangan UKM LPM Universitas Negeri Medan, yang  didampingi Koordinator dan staf Ahli, Dedy Husrizal, M.Si dan Irfandi, M.Si mengungkapkan bahwa UKM atau UPPKS yang mendapatkan bantuan alat teknologi tepat guna terdiri dari 6 kelompok, yang telah melalui tahap seleksi dan pembimbingan hampir selama 4 bulan oleh dosen-dosen ahli dari Universitas Negeri Medan, hal senada juga diungkapkan oleh Izwar Lubis, MT , kelompok-kelompok UPPKS yang mendapat Bantuan Antara lain : UPPKS REzeki dengan Usaha utama Dodol yang terletak di Pasar bengkel mendapatkan bantuan Teknologi tepat guna (TTG) berupa alat  pemeras santan, yang kedua UPPKS Ting-ting Jahe yang terletak dijalan Medan Sei bamban usaha pokok pembuatan tingting jahe dan kacang, mendapat bantuan TTG yaitu sealer Otomatic yang menggunakan tanggakl expired langsung tercetak pada sealer, yang ketiga UPPKS Annisa yang terletak di sei Rampah dengan usaha pokok Kerajinan Bordir yang mendapatkan TTG mesin Bordir, selanjutnya yang keempat UPPKS, Mas Joko Snack yang terletak di Kecamatan Pantai Cermin dengan usaha pokok kuliner yang meliputi keripik dan makanan ringan yang mendapat TTG alat pengiris Ubi, kelompok UPPKS yang kelima yang mendapatkan bantuan alat adalah, UPPKS Kemuning yang terletak dikecamatan Beringin dengan usaha pokok yaitu kerajinan Menjahit dan Bordir mendapat bantuaan alat TTG yaitu mesin Bordir, dan yang terakhir yaitu UPPKS Kreasi Krenz yang terletak dikecamatan Sei Rampah yang mendapatkan alat teknologi tepat guna  yaitu peniris minyak agar produk keripiknya tidak mudah berbau “tengik” dan tahan lama. Inilah kelompok-kelompok yang mendapatkan bantuan Pendampingan dan TTG dari LPM Unimed, Imbuh Izwar. Dan dia menegaskan bahwa Kegiatan pemberanan alat dan pendampingan ini tidak ada sangkut pautnya dengan Pilkada yang akan dilaksanakan di kabupaten Serdang bedagai akhir tahun 2015, kegiatan ini murni merupaan kegiatan pengabdian yang dilakukan LPM Unimed untuk mendorong masyarakat dalam hal peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan Usaha kecil, jadi ini murni dari Kampus Unimed, tegasnya.
Acara yang digelar dilapangan Firdaus Sei Rampah berjalan cukup meriah dengan dihadiri oleh hampir seribuan masyarakat Sergai serta kelompok UPPKS atau Usaha kecil, para SKPD serta anggota TNI dari KODIM 0204 Deli Serdang dan Serdang Bedagai, walaupun berjalan meriah tetapi kegiatan berjalan cukup khidmat dengan rangkaian acara yang menarik. Dari ungkapan beberapa peserta kegiatan tersebut dinilai positif, dan disambut dengan gembira oleh para kelompok UPPKS seperti yang diungkapkan oleh ibu Netty Rohani dari kelompok UPPKS Kemuning yang jauh-jauh datang dari kecamatan beringin mengungkapkan bahwa : “dengan acara ini terbina komunikasi antara kelompok UPPKS dan masyarakat serta pemerintah daerah sehingga segala permasalahan lebih cepat diperhatikan”, ungkap beliau. Dan hal itu dimanini juga oleh Ibu Dahliana Sargih salah seorang peserta yang mengungkapkan rasa terima kasih, terkhusus untuk LPM Unimed beliau mengungkapkan : “mengucapkan rasa terima kasih dan syukur karena telah melakukan pembinaan hingga saat ini dan membantu tidak hanya pada manajemen, pemasaran, pemasaran IT akan tetapi sampai memberikan kebutuhan alat yang kami perlukan. Kami berharap agar program-program seperti ini terus dilanjutkan sampai kami benar-benar mantap dengan usaha yang kami geluti, Harapnya.

Rabu, 29 Juli 2015

LPM Unimed Peduli UPPKS dan kependudukan


Tebing tinggi(22/10). Bandan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh   Dra. Hj. T Linda yang menjabat sebagai Perwakilan BKKBN Wilayah Sumatera Utara,  menyatakan Apresiasi yang sangat Besar terhadap LPM Universitas Negeri Medan (UNIMeD), karna peduli dan mau ikut membantu dalam berbagai Program yang dijalankan oleh BKKBN Provinsi Sumatera Utara. Hal ini terungkap disela-sela acara ‘Kegiatan Pembinaan Daya Saing Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) di Kota tebing tinggi. Dan beliau juga mengungkapkan bahwa, “ Unimed merupakan satu-satunya kampus yang konsisten melakukan kerjasama pembinaan dan pendampingan terhadap UPPKS dalam berbagai bentuk kegitan sebagai upaya nyata untuk mensejahterakan penduduk.Kegiatan yang merupakan kerjasama antara Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unimed dan BKKBN Provinsi Sumatera Utara tersebut digelar di Aula Serbaguna Kantor BKKBN Kota tebing tinggi. Acara tersebut  berjalan dengan sukses serta mendapat antusiasme dari para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Turut hadir pada acara pembukaan tersebut Ketua LPM Universitas negeri Medan, Dr. Ridwan Sani, M.Si, Kepala Kantor BKKBN Kota tebing Tinggi, drg. Dinata Marina, M.Kes, dan Walikota tebing tinggi yang diwakili oleh Asisten I Drs. M Burhan. Kegiatan Pembinaan Daya Saing Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) tersebut diikuti  oleh 120 peserta Yang merupakan anggota UPPKS  dikota tebing tinggi yang selama ini dibina oleh BKKBN Kota Tebing Tinggi. Kepala BKKBN tebing tinggi mengucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri medan yang ikut peduli untuk mengaplikasikan ilmunya untuk turut memberikan informasi-informasi yang baru dan metode yang baik demi peningkatan perekonomian masyrakat kecil. Hal senada juga di ungkapkan oleh Asisten I walikota tebing tinggi, secara pribadi beliau sangat bangga karena beliau juga alumni dari IKIP medan, Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan ini beliau mensuport penuh demi kekemajuan dan peningkatan pendapatan masyarakat tebing tinggi, selain itu juga beliau membuka dengan tangan terbuka untuk membangun kerjasama-kerjasama yang lainnya antara pemko tebing tinggi dan Unimed, pungkasnya.
Sementara Ketua LPM unimed mengungkapkan bahwa program Pembinaan ini dilakukan diberbagai kabupaten kota di seluruh sumatera  utara diantaranya: Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, dan kabupaten serdang bedagai. Konsep acara yang dilaksanakan tidak hanya sebatas pembinaan dan pendampingan,akan tetapi  unimed juga memberikan bantuan alat  kepada UPPKS yang dianggap layak untuk dibantu dan mempunyai potensi untuk dapat berkembang. Jadi kegitan ini tidak terjadi insidensial akan tetapi dipersiapkan dengan matang dengan diawali  dengan maping area, serta kunjungan keapangan untuk mencari sumber permasalahan UPPKS dilapangan, pungkasnya. Sehingga berbekal dari permasalahan-permasalahan  tersebut kegiatan ini dilakukan. Disingggung tentang Kampus Unimed   adalah kampus yang peduli terhadap UPPKS dan kependudukan , dikatakannya, bahwa Unimed akan terus berupaya memberikan kerja-kerja nyata untuk meningkatkan perekonomian dan pendidikan untuk usaha mikro, karena proses pendidikan dan pendampingan merupakan sebuah solusi konkrit untuk mengatasi masalah kemiskinan dan kependudukan dewasaini, imbuhnya.
 Hal senada juga diungkapkan Koordinator Pengembangan UKM LPM Unimed, Mukti hamjah, teknis kegiatan ini di fokuskan pada 4 target utama yaitu: masalah Pemasaran, pembukuan atau administrasi usaha, desain kemasan Produk dan Pemasaran dengan menggunakan IT, dan keempat bagian terseut akan dipandu oleh pakar dari bidang masing-masing yang merupakan dosen di Universitas Negeri Medan, sehingga target utamanya para pelaku ekonomi mikro yang tergabung di UPPKS dapat lebih optimal dalam mengelola usahanya dan dapat mencapai target dalam hal membantu perekonomian dikeluarga. Tegasnya Mukti Hamzah.